BCN Indonesia – Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban, menanggapi kegiatan vaksinasi Covid-19 yang menimbulkan kerumunan di lapangan Sekolah Maitreyawira, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (24/8). Sekitar seribuan warga Palembang memadati lapangan tersebut.
Dokter Onkologi di Rumah Sakit Kramat, Jakarta ini meminta pemerintah tidak terus memperdalam kesenjangan vaksinasi Covid-19.
“Semoga distribusi vaksin Covid-19 bisa merata dan sesuai dengan prioritas serta urutannya,” harapnya.
Merdeka.com sudah mendapat izin dari Prof Zubairi untuk mengutip pernyataan tersebut.
“Bagaimana bisa. Beberapa orang memiliki akses amat mudah untuk mendapatkan vaksin, bahkan vaksin dosis ketiga. Sementara masyarakat berdiri dalam antrean panjang selama berjam-jam untuk dosis pertama. Itu pun kalau kebagian,” kata Prof Zubairi melalui akun Instagramnya profesorzubairi, Rabu (25/8).
Diberitakan sebelumnya, sekitar seribuan warga Palembang memadati lapangan Sekolah Maitreyawira untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Padatnya warga membuat kerumunan tidak terhindarkan.
Suasana kerumunan warga terungkap dalam video berdurasi 21 detik yang di-posting dalam akun Twitter @QaillaAsyiqah. Video itu menggambarkan suasana antrean warga yang dimulai sejak Subuh tadi.
Salah seorang warga menuturkan, ia datang ke lokasi vaksinasi mulai pukul 05.30 WIB dan sudah terjadi kerumunan. Ketika itu belum ada satu pun petugas di lokasi karena vaksinasi dijadwalkan pukul 07.00 WIB.
“Saya ikut antrean untuk dapat nomor urut, tapi sudah banyak orang, padat sekali,” kata Adi.
Begitu petugas dan panitia datang, peserta calon penerima vaksin dibariskan agar tertib. Membludaknya warga membuat kerumunan tak terhindarkan bahkan berhimpitan.
“Tadinya lumayan tertib, tapi karena banyak orang susah ngaturnya lagi. Tak lama petugas datang dan orang-orang berangsur sepi,” kata dia.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Palembang, Mirza Susanty mengaku tidak mengetahui adanya vaksinasi yang menimbulkan kerumunan itu. Menurut dia, pihaknya tidak dilibatkan sama sekali oleh penyelenggara.